Abu Mudi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Abu Mudi
Lahir 21 Juni 1949 (umur 68)
Dewantara, Aceh Utara, Indonesia
Kebangsaan  Indonesia
Suami/istri Hajjah Shalihah
Anak Zahrul Fuadi Mubarrak
Zahrah Mahfudhah
Nurul A'la Rabi'ah 'Adawiyah
Muhammad Thaifur
Muhammad Abrar Azizi
Abdul Muhaimin

Teungku Haji Hasanoel Bashry yang lebih dikenal sebagai Abu Mudi dilahirkan di desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, pada tanggal 21 Juni 1949 yang bertepatan dengan tanggal 26 Syaban 1368 H. Ia adalah putra tertua dari dua bersaudara dari pasangan Tgk. H. Gadeng bin Bulang dan Ummi Manawiyah binti Sandang. Dengan kehidupan yang berlatar belakang agama yang tinggi serta disiplin yang ayah beliau tanamkan sejak kecil membuatnya menjadi sosok yang sangat mencintai agama serta tekun dalam mempelajarinya.

Ketika berusia 5 tahun seperti umumnya anak-anak pada masa itu, ia mengikuti pendidikan dasar di Sekolah Rakyat swasta di Krueng Geukueh selama 7 tahun, sebelum kemudian sempat menempuh pendidikan PGAP (Pendidikan Guru Agama Pertama) selama 2 tahun dari standar prgogram pendidikan empat tahun. Pada tahun 1964 setelah sempat mengenyam pendidikan di PGAP (setingkat SMP sekarang) selama dua tahun, ia memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pendidikan umum karena melihat kualitas pendidikan yang sangat rendah pada saat itu dan atas inisiatif sendiri di usia 15 tahun ia memutuskan untuk belajar ke Dayah Mesjid Raya yang sudah cukup dikenal masyarakat pada waktu itu. 

Setelah lebih dari 10 tahun mengenyam pendidikan di Dayah MUDI, pada usia ke-28 tahun ia menikahi putri sulung Abon Aziz yang merupakan pimpinan Dayah MUDI yang bernama Ummi Shalihah dan dikarunia tujuh orang anak, yaitu:

  1. Zahrul Fuadi Mubarrak (1979)
  2. Su'aidah (1980) (meninggal saat bayi)
  3. Zahrah Mahfudhah (1984)
  4. Nurul A'la Rabi'ah 'Adawiyah (1985)
  5. Muhammad Thaifur (1988)
  6. Muhammad Abrar Azizi (1989)
  7. Abdul Muhaimin (1991)

Jabatan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil rapat para alumni pada hari seuneujoh meninggalnya Abon Abdul Aziz di tahun 1989, Abu Mudi dipercayakan untuk memegang tampuk kepemimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga hingga sekarang. Dalam kepemimpinan beliau Dayah MUDI mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan jumlah santri yang mencapai 6000 orang dan gedung asrama yang sudah bertingkat lima. Juga pada masa Abu Mudi didirikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah yang sekarang berobah menjadi Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah.

Jabatan-jabatan yang pernah dipercayakan kepada Abu Mudi:

  1. Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga (1989-sekarang)
  2. Penasehat Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA)
  3. Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) menggantikan Abu Panton.
  4. Ketua Syuriyah Nahdhatul Ulama (NU) Kab. Bireuen
  5. Wakil Ketua Syuriyah Nahdhatul Ulama (NU) wilayah Aceh
  6. Dewan Majelis Syuyukh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh

Sumber[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]