Ilmu regional

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Ilmu regional adalah bidang ilmu sosial yang terpusatkan dengan pendekatan analitis masalah secara khusus yaitu perkotaan, pedesaan, dan regional. termasuk ilmu pengetahuan regional sendiri, tetapi tidak terbatas pada teori lokasi atau ekonomi spasial, pemodelan lokasi, transportasi, analisis migrasi, penggunaan lahan dan pembangunan perkotaan, analisis industri luar, analisis lingkungan dan ekologi, pengelolaan sumber daya, analisis kebijakan daerah dan perkotaan, informasi geografis sistem, dan analisis data spasial. Dalam arti luas, setiap analisis sosial yang memiliki dimensi spasial dipakai oleh ilmuwan regional.[1]


Asal usul[sunting | sunting sumber]

Ilmu regional dicetuskan pada akhir 1940an. ketika ketidakpuasan perekonomian yang muncul dengan menunjukannyanya level terbawah terhadap analisis ekonomi regional dan merasa harus ditingkatkan kembali. kemungkinan pada era ini, para pencetus ilmu regional diharapkan dapat menarik minat masyarakat dari berbagai teori ilmu lain.[1]

Ilmu Ekonomi Regional adalah bagian dari ilmu ekonomi, dimana secara spesifik membahas tentang pembatasan pembatasan wilayah ekonomi dari suatu Negara dengan mempertimbangkan kondisi dan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang tersedia disetiap wilayah ekonomi. Ilmu ekonomi regional tidak membahas tentang kegiatan individu, tetapi melainkan menganalisa suatu wilayah secara keseluruhan dengan mempertimbangkan potensi yang beragam yang dapat dikembangkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dari wilayah yang bersangkutan. Pembatasan pembatasan pembasahan ekonomi regional selalu menekankan pada barang barang ekonomi.[butuh rujukan]

Fokus ilmu regional[sunting | sunting sumber]

  • What commodities shall be produced and in what quantities? ( barang apa yang harus diproduksi dan berapa banyak) Hal ini bersangkut paut dengan kekuatan permintaan dan penawaran yang ada dalam masyarakat.
  • How shall goods be produced? ( bagaimana atau oleh siapa barang itu diproduksi ). Hal ini bersangkut paut dengan pilihan teknologi untuk menghasilkan barang tersebut dan siapa saja yang berperan dalam menghasilkan barang tersebut dan apakah ada pengaturan dalam pembagian peran itu.
  • For whom are goods to be produced? ( untuk siapa atau bagaimana pembagian hasil dari kegiatan memproduksi barang tersebut ). Hal ini bersangkut paut dengan pengaturan system balas jasa, system perpajakan subsidi, bantuan kepada fakir miskin dan lain-lain.
  • When do all those activities be carried out? ( kapan berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan). Pertanyaan ini dijawab dengan menciptakan teori ekonomi dinamis dengan memasukan unsure waktu kedalam analisis. Sejalan dengan itu keluarlah teori-teori tentang pertumbuhan ekonomi ( , seperti tahap-tahap pertumbuhan Rostow), dan .
  • Where do all those activities should be carried out?, yaitu dimana lokasi dari berbagai kegiatan tersebut. Dalam ilmu ekonomi regional untuk memecahkan masalah khusus yang terpaut dengan pertanyaan dimana diabaikan dalam analisa ekonomi tradisional. Ilmu Ekonomi Regional menjawab diwilayah mana suatu kegiatan sebaiknya dapat dilaksanakan.[2]

Tujuan utama[sunting | sunting sumber]

  • Menciptakan full employment atau setidak – tidaknya tingkat pengangguran yang rendah menjadi tujuan pokok pemerintahan pusat maupun daerah. Dalam kehidupan masyarakat, pekerjaan bukan saja berfungsi sebagai sumber pendapatan, tetapi sekaligus juga memberikan harga diri/status bagi yang bekerja.
  • Adanya economic growth (pertumbuhan ekonomi), karena selain menyediakan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru, juga diharapkan dapat memperbaiki kehidupan manusia atau peningkatan pendapatan. Tanpa perubahan, manusia merasa jenuh atau bahkan merasa tertinggal.
  • Terciptanya price stability (stabilitas harga) untuk menciptakan rasa aman/tentram dalam perasaan masyarakat. Harga yang tidak stabil membuat masyarakat merasa waswas, misalnya apakah harta atau simpanan yang diperoleh dengan kerja keras, nilai riil atau manfaat berkurang di kemudian hari.

Ferguson (1965), mengatakan bahwa tujuan utama kebijakan ekonomi adalah :

  1. Full Employment setidak-tidaknya dengan tingkat pengangguran rendah menjadi tujuan pokokpemerintahan pusat maupun daerah.2.
  2. Economic Growth akan menyediakan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru, juga diharapkan dapatmemperbaiki kehidupan manusia atau peningkatan pendapatan.
  3. Price Stability untuk menciptakan rasa aman dalam masyarakat.[2]

Tujuan ekonomi daerah regional[sunting | sunting sumber]

Ada di antara tujuan ekonomi yang tidak mungkin dilakukan daerah (pemerintah daerah) apabila daerah itu bekerja sendiri, yaitu menstabilkan tingkat harga kenapa ? Namun apabila daerah itu dapat memenuhitujuan pertama dan kedua hal tersebut akan membantu pemerintah pusat untuk memenuhi tujuan ketigakenapa ? Namun di sisi lain, daerah karena wilayahnya yang lebih sempit, dapat dibuat kebijakan yang lebih bersifat spasial sehingga ada hal-hal yang dapat dilakukan oleh daerah secara lebih baik daripadaoleh pemerintah pusat. Hal-hal yang bisa diatur di daerah :

  1. Terjaganya kelestarian lingkungan hidup.
  2. Pemerataan pembangunan dalam wilayah.
  3. Penetapan sektor unggulan wilayah.
  4. Membuat keterkaitan antarsektor yang lebih serasi dalam wilayah, sehingga menjadi bersinergi danberkesinambungan.
  5. Pemenuhan pangan wilayah." [3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Budiarjo, Miriam:" Dasar-dasar ilmu politik ". 1993
  2. ^ a b Frick H, FX Bambang Suskiyanto:" Dasar-dasar Eko-arsitektur ". 1998
  3. ^ Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Regional”[1] date=Rabu , 22 November 2017 }}
  • Frick H, FX Bambang Suskiyanto, (1998), Dasar-dasar Eko-arsitektur, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
  • Budiarjo, Miriam. Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 1993.